SOCIAL MEDIA

Senin, 17 Maret 2025

Kesedihan hanya sesaat dan kesenangan akan segera tiba



Kesedihan itu, kau tahu, seperti sekemasan susu

Siap minum yang rasanya enak jika dan hanya jika

Setelah tutup lukanya kau buka segera

Kau tenggak habis dan tak kau biarkan berlama lama ada di suhu udara ruangan yang tanggung

Tak terlalu panas pun tak cukup anyep

Atau sebenarnya aku berbohong

Ada cara lain menjaganya tetap nikmat dan lebih awet

Simpanlah dalam kulkas yang dingin

Barangkali itu adalah hatimu yang lemah dan hampir membeku

Tapi tunggulah saja dengan sedikit lebih sabar lagi

Sebab ada cinta yang akan melabuhkan perahu dan sauhnya tepat di tepian situ


Ditulis: Fanni Indra Pratama



Sabtu, 01 Maret 2025

Sore yang cerah untuk jiwa yang sepi

Rasanya sudah lama sekali tidak menulis hal-hal kecil yang terjadi di keseharian, mungkin karena aku lebih banyak menulis mengenai perasaan. Terdengar melankolis..

Ntah, tapi aku memang senang sekali menuliskan tentang perasaan, yang kadang memang terlalu pribadi. Tapi apalagi cara yang baik untuk mengurangi perasaan yang tidak menyenangkan, ketika tidak ada orang yang bisa diajak bercerita? Tapi sudahlah. 

Jadi bagaimana puasa pertama kalian di awal maret ini? 

Sabtu sore aku ada di sini. Di pantai terbaik Sumatera, Pantai Panjang. Aku tidak tahu setiap aku kesini selalu merasa kalau aku sedang tidak baik-baik saja. Suasana sepi terasa sekali, rasanya sudah lama engga ngerasain suasana kayak gini. Menikmati suasana tanpa adanya ingatan, atau kenangan sekali-sekali memang perlu, agar yang dinikmati bener-bener suasananya, udaranya, jalan-jalan yang lurus dan sepi, atau mungkin pengunjung di sana yang kebetulan melintas dan sesekali menyapa.

Aku merasa nyaman di sini, ini tempat ku, tempat terbaik untuk meluangkan waktu. 

Baiklah tulisan ini akhirnya batas sini saja, jam sudah menunjukan 18.15, 15 menit sudah waktu berbuka dan aku segera pulang.. 


Ditulis: Fanni Indra Pratama

Sabtu, 11 Januari 2025

Hidup harus berjalan seperti biasanya


Aku tahu kamu lagi berusaha kuat, karena memang berusaha ikhlas saat kehilangan orang yang kita sayang itu engga mudah, kamu boleh menangis, kamu berhak menangis, keluarkan rasa sedihmu di depan papa, tapi jangan terlalu larut ya sayang, aku tahu kamu bisa. Aku tahu banget rasanya diposisi mu sekarang gimana, puas-puasin sedihnya ya. Karena mau bilang semangat trus ke orang yang berduka malah engga kasih impact apa-apa. Semoga ikhlas ya, sayangku.

Ditulis: Fanni Indra Pratama

Kamis, 09 Januari 2025

Turut Berduka Cita

Bisa dibilang tulisan pertamaku di tahun 2025 tulisan tidak mengenakkan. Ini bukan tentang tulisan biasa seperti doa-doa menyambut tahun baru tapi ini soal kehilangan. Terutama untuk perempuan yang aku cintai.

Perpisahan dan kehilangan, dua kata yang tidak pernah mengenakkan. Mau bentuknya apapun, apalagi untuk orang yang sedang berkabung seluruh dan seutuhnya. 

Aku berdoa tiada Tuhan selain Allah dan semua apa yang menjadi takdirnya semoga itu yang terbaik sebagai hamba yang hanya dititipkan sementara di dunia yang kecil ini. 

Peluk hangat untuk papamu, sayang. Surga Firdaus untuk papa dan segala isi di dalamnya. Tulisan ini adalah bagian suka duka terdalam untuk seorang pacar yang kehilangan orang yang tersayang dan paling berharga dalam hidupnya.

Sayang, kamu ingat engga obrolan kita malam tadi? Kita membahas tentang kehilangan siapa yang pergi lebih dulu antara aku dan kamu. Kamu sendiri bilang engga siap dengan kehilangan, akupun juga begitu. Tapi ada satu kalimatmu yang ku ingat banget "sejauh apapun kamu pergi aku bakal tetap ikut, mau kemanapun aku tetap ikut, dan aku tidak bisa pergi sendirian". Kalimat itu mengingat kejadian siang ini, bisa dibilang siang paling berat yang aku alamin, terlebih untukmu. Aku sendiri tidak menyangka ketika mau pergi istirahat makan kamu bilang "mas, papa meninggal". Aku terdiam sejenak di atas motor dan memandangi layar handphone dengan kabar buruk ini.
Dalam pikiranku bagaimana caranya aku bisa menenanginmu, memelukmu, dan memberi semangatmu. Sedangkan aku jauh di ujung sana yang bisa mendengar tangisanmu. Aku resah, aku sedih, seharusnya aku ada di sana nemenin kamu. Nyatanya hmmmmmm

Kehilangan orang yang kita cintai, apalagi yang sangat dekat, memang bisa sangat berat dan membuat perasaan campur aduk. Proses berduka itu sangat pribadi dan tidak ada waktu yang pasti untuk "sembuh". Yang penting, dalam fase berduka ini, penting untuk memberi diri sendiri ruang untuk merasakan semua perasaan itu dan jangan merasa terburu-buru untuk "move on". Kamu tidak perlu merasa sendirian, mas selalu ada untuk kamu. Kamu bisa cerita apa saja, seenggaknya bisa membantu untuk meredakan beban emosional.

Mas tahu, menjalani hari tanpa orang yang kita cintai memang tidak mudah. Rasa rindu, kehilangan, dan kekosongan akan terus menghantui selama kita belum benar-benar bisa melepaskan. Tapi ingatlah sayang, waktu adalah penyembuh terbaik. Perlahan, seiring berjalannya waktu, kita akan menemukan cara untuk mengisi kekosongan itu, dan akhirnya bisa menjalani hari dengan lebih ringan. Setiap hari adalah langkah kecil menuju pemulihan, dan meskipun terasa berat sekarang, kebahagiaan itu akan datang kembali. Sekali lagi, kamu tidak merasa sendirian. 

Aku sendiri belum pernah mengalami hal seperti itu. Mungkin salah satu di antara keluargaku ada yang pergi dulu aku yakin akan merasakan hal yang sama seperti kamu. Tidak kuat. Tapi mau engga mau aku harus siap kehilangan suatu saat nanti entah tuhan yang mengambilnya atau dia yang meninggalkanku atau aku yg meninggalkanya. Banyak cara untuk berpisah, tapi apakah ada cara untuk siap kehilangan orang yang kita cintai?

Sayang, kalau sesuai rencana awal, bulan Februari jadi bulan pertemuan kita. Bulan yang kita nantikan selama 10 bulan rindu yang panjang dengan waktu yang singkat, tapi dengan keadaan seperti ini pertemuan kita tunda dulu ya. Aku mau kamu fokus ke mama, fokus nenangin diri dulu. Kamu selesaiin semuanya. Ketika semuanya sudah selesai baru kita bahas lagi pertemuan kita. Walaupun ini berat tapi ini yang terbaik. 

Sayang, dibalik orang hebat, selalu ada orang yang luar biasa. Sebuah hubungan yang saling menyembuhkan & menumbuhkan. Duka sedalam-dalamnya untuk papa.

RIP Erwin Manoe

Semoga semua yang kita layangkan dalam keheningan dan penuh khidmat sampai ke papa di sana.


Ditulis: Fanny Indra Pratama



Jumat, 27 Desember 2024

TAI KUCING!



Siang ini aku merasa hilang kendali. Entah bingung mau ngomongnya gimana. Aneh. Aku engga tahu kenapa bisa merasakan perasaan campur aduk seperti ini, aku engga tahu. 

Selain semua yanga ada, tulisan kali ini adalah tentang, Felia. Yang kembali menghantui pemikiran sesaat saat siang hari. Pernah nggak sih, hati kalian yang sedang Damai akan kenyataan tiba - tiba berubah. Entah lebih baik atau lebih buruk.

Sebenarnya tulisan ini engga ada, akupun engga ada rencana mau nulis tentang ini. Tapi perasaan menuntun ku untuk menulis. Aku engga mau menceritakan secara detail kenapa aku bisa seperti ini. Intinya ini semua tentang kebohongan. 

Ngomongin soal jatuh cinta, hal paling buruk dari aku tentang cinta adalah aku engga pernah bisa membahas tentang masa lalu. Bisa disebut - sebut, sebagai cemburuan. Tapi yang ini rasa cemburu dibalut dengan rasa amarah. Paket lengkap. 

Kenapa sih Felia? Kamu harus berbohong? Ha? Kenapa? Pas aku tahu semuanya aku marah banget. Siang jum'at itu perasaanku engga karuan. Aku sudah percaya ke kamu. Nyatanya kamu seperti ini.

Aku engga akan memberikan pembelaan seperti, cemburu kan tanda perhatian, tanda sayang. Aku rasa, cemburu itu perlu sebuah keseimbangan. Cemburu yang tak terkontrol berujung pada keposesifan. Yang parah, cemburu yang tak terungkap. Menohok hati sendiri. Engga ada yang baik dari sebuah rasa cemburu, Fan

Rasa takut muncul ketika cemburu datang, dan mulai bekerja secara cerdik menciptakan berbagai prasangka - prasangka buruk. Tapi engga tahu juga. Jatuh cinta memang banyak rasanya. 


Ditulis: Fanni Indra Pratama



Kamis, 19 Desember 2024

Temani diriku



Sayang, sejak blog ini dibuat aku sudah menulis 99 tulisan. Ntah bagaimana blog ini lebih banyak menjadi tumpahan perasaan, sedih, seneng, kecewa, dan tentu jatuh cinta, ditumpahkan di sini. Orang datang dan pergi, nama silih berganti, setelah sekian lama, akhirnya muncul satu cerita tentang nama baru yang akan ku janji untuk menulis terus. Ya, nama itu, Felia

Seperti malam biasanya setiap pulang kerja selalu telfon kamu, pengen tahu kabarmu, ceritamu dan apa yang sedang kamu alami hari ini. Aku seneng ngobrol sama kamu, banyak hal yang kita bahas, salah satunya tentang tulisan. Dan tulisanlah menjadi kita dekat sampai  sekarang ini. 

Malam tanggal 18 april 2024 untuk pertama kalinya aku menulis tentangmu. "Untuk Felia, supaya kamu lebih kenal mas". Aku menulis dengan perasaan seneng dan bangga. Karena aku menulis untuk perempuan yang aku cintai, sampai saat ini. 

***
Sayang, ini tulisan kesepuluh ku untukmu. Aku engga menyangka namamu yang banyak ku tulis dalam blog seadanya ini. Aku tidak tahu ya hal apa yang membuatku pengen nulis tentang kamu. Pastinya itu, Cinta. Maka itu aku ingin merayakan tulisan ke 100 ini dengan menulis tentangmu. Spesial, bukan? Jawab jujur ya Ningsih, eh, Felia hahahahaha

Aku ingin merangkum semua tulisanku untuk mu. Sebagai pengingat kalau aku egois, sebagai pengingat kalau aku minta dimengerti, sebagai pengingat buatku dan kamu, kalau cinta kita kekal dan abadi. 

1. Untuk felia, supaya kamu lebih kenal mas https://www.anakanggut.com/2024/04/untuk-felia-supaya-kamu-lebih-kenal-mas.html

2. Sampai jadi debu

https://www.anakanggut.com/2024/04/sampai-jadi-debu.html

3. Menciummu pelan-pelan
https://www.anakanggut.com/2024/05/menciummu-pelan-pelan.html

4. Getir menjadi tawa bila kubersamanya
https://www.anakanggut.com/2024/06/getir-menjadi-tawa-bila-kubersamanya.html

5. Utamakanlah diriku di sisa hidupmu
https://www.anakanggut.com/2024/07/utamakanlah-diriku-di-sisa-hidupmu.html

6. Aku sadar ternyata aku tidak sekuat yang aku pikirkan dalam menghadapi dunia yang tidak aku suka
https://www.anakanggut.com/2024/11/aku-sadar-ternyata-aku-tidak-sekuat.html

7. Setidaknya cinta kita masih menyisahkan do'a
https://www.anakanggut.com/2024/12/setidaknya-cinta-kita-masih-menyisahkan.html

8. Walau pedihku bersamamu kali ini, ku masih ingin melihatmu esok hari
https://www.anakanggut.com/2024/12/walau-pedih-ku-bersamamu-kali-ini-ku.html

9. Ikat aku di tulang belikat mu
https://www.anakanggut.com/2024/12/ikat-aku-di-tulang-belikat-mu.html


10. Temani diriku


Sayang, dari semua tulisan yang aku buat, aku tulus mencintaimu tanpa sebab, tanpa jika, dan tanpa tapi. Tulisan ini bukti cintaku ke kamu. Sayangku, cinta kita ini besar lebih besar daripada perasaan yang memar. Kita pernah saling meluapkan amarah pada gelas yang kosong. Yang setelah itu akan kita bagi dua, lalu kita minum habis. Agar muncul lah senyum setelah tegukan terakhir. 

Aku ingat, ketika hubungan kita sedang tidak baik-baik saja kita merasa tersesat di tengah hutan. Ketika kita tersesat, kita saling memberikan sinyal menyesat. Yang pada akhirnya membebaskan kita dan memberikan kita cahaya untuk kembali berpulang sambil meninggalkan mereka yang sesaat.

Kamu engga percaya kalo kita memang sehebat itu? Kita pernah menceritakan mimpi yang sama. Yang tak pernah lupa kita amini bersama. Aku tahu kita jauh lebih tangguh dibanding badai ini. Aku tidak ingin, semua ini dihancurkan oleh krikil rasa yang mulai kabur.

Percayalah denganku, bahwa hati kita ini kuat. Bahwa cinta ini tangguh. Bahwa kita pernah bersama melalui ini sebelumnya. Jangan henti di sini. Kita lebih tangguh dari ini dan kita berdua tahu akan hal itu.

Sayang, badai akan selalu datang. Pasir dan kabut akan selalu menghalang. Namun, kita tidak boleh menunggu badai ini reda. Gapailah tanganku dan genggam sekuat-kuatnya. Mari kita menari lewati badai ini.

Sebagai penutup aku lampirkan tulisan lamaku untukmu, ini tulisan yang pernah ku buat untukmu di akhir bulan Mei. Saat hubungan kita lagi retaknya. Tulisan yang belum pernah ku upload di blog ini. Semoga kamu masih ingat. Semoga. 

ILYSM

Tidak pernah ada dalam pikiran mas, ada wanita di jaman sekarang yang masih mau membaca tulisan-tulisan engga penting. Tidak menyangka juga mas dipertemukan perempuan yang suka menulis. Tulisanlah yang membuat kita menjadi sekarang ini, pacaran. Terkadang Tuhan menentukan jodoh kita di luar perkiraan. Begitu menakjubkan. Kamu tahu sendiri wajah mas tidak menjual, selera fashion standar banget.Tapi ternyata ada juga gadis timur dari Pulau NTT yang bisa menerima mas seadanya mas.

Ya, dengan kata-kata, kami mulai berbicara dengan kata-kata. Tidak lisan, bahasa kami bahasa tulis. Kami tidak bertatap mata. Entah apa yang ada di kepala kami masing-masing kala itu. Tapi kami percaya, satu sama lain percaya. Sampai lagu "Bertahan untukmu" milik band Musikimia menyatukan kami setelah hujan di akhir Maret. 

Ini adalah bagian dari pencapaian proses "menikmati". Menikmati saat mas harus menunggu, menikmati dipandang sebelah mata, menikmati waktu-waktu sebelum terang datang, menikmati kata-katanya "Kalau ini mimpi, aku engga mau bangun mas."

Lebong, 28 Mei 2024
Aku menulis ini di kosan kecil yang dihuni dengan rasa tangismu yang tak kunjung usai
.


Ditulis: Fanni Indra Pratama

Selasa, 17 Desember 2024

Ikat aku di tulang belikat mu

 


Ada hal yang membuatku malam tadi merasa tak baik-baik saja. Perasaan cemburu dini hari yang berusaha untuk memendam dan menahannya. Hancur dan sedih yang begitu amat dalam yang aku rasakan. Aku tak mampu lagi menahan sesak dalam dada ini. Cemburu, sedih, bingung harus berbuat apa, dan kecewa semua melebur menjadi satu.

Pada tulisan ini aku ingin menuangkan semua rasa itu. Semoga dengan begitu, rasa sesak ini sedikit bisa lega. Malam tadi aku merasa cemburu. Cemburu banget. Sehabis kita telpon aku belum tidur. Aku menghabiskan waktu dini hari menscroll twitter. Ntah bisikan apa yang ada di telingaku seketika itu aku pengen buka second ig mu. BEEEEEMMMM!!! Hal yang engga aku sangka akhirnya terjadi. Aku melihat kamu membuka blokiran dan memfolback lagi mantanmu. Jujur hatiku sakit. Cemburu melanda perasaan ini secara tiba-tiba.

Aku tidak menyangka hal ini terjadi. Di mana dulu kamu pernah berjanji untuk tidak mau berkomunikasi lagi sama mantan-mantamu dan sekarang kamu membuka lagi pintu komunikasi sama dia. Aku beneran kecewa. Sangat.
Tetapi aku belajar untuk memahami hal itu. Malam setelah kamu tidur, aku mencoba menenangkan diri untuk tidak terbawa emosi. Dan pada akhirnya aku pasrahkan hingga terbawa pada mimpi.

Tentu kamu merasakan jika pagi harinya ucapanku telah berbeda dari biasanya. Aku langsung menceritakan mimpiku ke kamu. Menceritakan semuanya yang ada dalam mimpi itu. Setelahnya aku langsung menanyakan apa alasan mu memfollback lagi mantanmu yang di mana kamu berjanji tidak akan melakukan itu. Jawabanmu seolah-olah menembaku dengan senjata AK-47 yang bisa menembus hatiku. Kamu bilang "aku merasa jahat sudah unfollow dia" Astaga aku terkejut mendengarnya. Sejak kapan kamu punya perasaan kasihan ke dia? Sejak kapan? Dan lebih menyakitkannya lagi kamu memfolback dia saat hubungan kita baik-baik saja. Aku berusaha untuk menahan rasa amarahku, karena aku sudah berjanji ke kamu engga ada lagi nada-nada tinggi dalam komunikasi kita. Tetapi aku sadar. Keinginan manusia bisa berubah dalam kondisi dan situasi apapun. Termasuk juga dirimu. Akhirnya aku hanya bisa menerima penjelasanmu yang menyakitkan itu. 

Kamu tahu, Fel, aku sensitif terhadap mantan. Apapun itu. Kamu sering menanyakan mantan-mantanku yang buatku kurang nyaman, tapi dengan keterpaksaan aku menceritakan semuanya. Karena engga ada lagi yang mau ditutup-tutupin, termasuk yang baru-baru ini kamu ketahui. Aku orangnya tidak mau ada masa lalu yang belum selesai. Menurutku masa lalu perlu disikapi dengan hal yang menganggu. Tapi kalau kamu kurang setuju dengan perkataan ku tak mengapa, hanya saja kalau mengingat masa lalu membuat hidupmu tak nyaman. Aku tahu, tak mudah sepenuhnya menghapus ingatan masa lalu. Tapi kamu harus bisa menempatkan masa lalu dan kini secara terpisah. 

Kenapa aku menulis seperti ini? Karena perlakuan mu itu engga adil buat aku. Selama kita ribut tidak ada kepikiran aku mau menghubungi mantan atau mengingatnya, selama kita pacaran engga ada kepikiran buat unfollow dan folback mantan. Engga ada. Tapi semuanya kamu melakukannya. Aku merasakan patah hati banget, secepat itu perasaan kamu berubah. Secepat itu. 

Seperti tulisanku sebelumnya, aku tidak bisa jatuh cinta sendirian Fel, tidak bisa. Aku pernah melakukannya dan kalah. Aku tidak mau itu terjadi lagi. Kalau perasaanmu sekarang ada yang mengganjal tolongg, tolongg ceritakan ke aku, kalau ada salah tolong kasih tahu. Biar aku memperbaiki semuanya. Dan juga kalau seandainya usaha yang sudah ku lakuin untuk memperbaiki hubungan ini masih belum cukup membalikan perasaanmu, aku usaha lagi. Dan belum cukup juga, aku mundur. 

Beda kota, pisah raga, bukan masalahku 

Lihat wajahmu di layar, ku tetap bersyukur

Lirik lagu dari Feast- Nina, sangat relate denganku sekarang ini. Karena aku telah jatuh cinta padamu, maka aku akan mengusahakan cinta ini. Aku akan sedikit berdoa & meminta kepada Tuhan, tapi dari yang sedikit itu kumasukkan permintaan bisa terus hidup senang bersamamu. Terlepas sakit hati mengingat kejadian semalam. Aku akan memperjuangkan cinta ini. Ada satu hal yang perlu kamu ketahui, aku orang yang engga percaya ada cinta yang bisa selama-lamanya, tapi aku percaya ke kamu dan aku bisa mewujudkannya. Kita harus bisa. 

Satu kesenangan bersamamu itu sudah cukup. Dan aku mulai suka dengan kamu yang membiarkan rambutmu hidup dan bebas. Meskipun rambutmu menutup telingamu, aku masih suka untuk memperhatikannya. Takut ada yang bisik - bisik untuk ninggalin aku. Tapi aku rindu, dan cinta, dan itulah kenyataannya.

Ditulis ketika hujan sedang deras-derasnya, dan aku terjebak di kantor. 




Ditulis: Fanni Indra Pratama






Senin, 09 Desember 2024

Walau pedih ku bersamamu kali ini, ku masih ingin melihatmu esok hari


Bolehkah aku menulis janji di sini? Janji dari laki-laki dengan sifat keras kepalanya kepada wanita yang sedang mulai ragu rasa cintanya? Janji untuk tidak melakukan hal yang tidak disukai, tidak hanya untuk satu masalah, tapi juga untuk ribuan masalah yang akan datang silih berganti. Tidak hanya satu tindakan, tapi juga untuk ribuan tindakan di masa depan.

Aku sengaja menulis di sini, di ruang publik digital, di mana semua hal akan sulit untuk dihilangkan. Sengaja agar semua orang bisa membaca hal yang aku janjikan kepadamu. Akan selalu ada konsekuensi yang menakutkan untuk sebuah janji yang dituliskan di ruang publik digital seperti ini. Konsekuensi dari bacot netizen yang tajam dan tidak berperasaan. Jangankan membayangkan konsekuensi jika janji ini dilanggar, dan kamu mengunggahnya di media sosial, membayangkan apa yang akan dibacotkan netizen ketika tulisan ini dibagikan saja sudah takut. 

***

Aku tidak pernah membayangkan di tahun ini akan punya kisah cinta yang begitu berat. Tidak pernah sama sekali, bahkan aku tidak pernah menyiapkan apapun tentang ini.

Waktu aku bercerita tentang mengambil keputusan besar, rasanya aku sudah siap dengan segalanya. Aku pikir semuanya akan baik-baik saja. Aku sadar waktu aku mengambil keputusan itu, masih ada masalah yang belum selesai, alih-alih berusaha menyelesaikannya, aku memilih untuk menganggap itu tidak ada. Itu sebuah tindakan yang bodoh.

Jika diingat, rasanya memang salah, tapi bagaimanapun, aku tidak bisa mengembalikan waktu, rasa sesal itu, biarlah jadi pelajaranku, untuk tidak seperti itu lagi.

Setelah pertengkaran hebat itu ada satu hal yang membuat perasaanku ganjal tentang hubungan kita. Setelah melewati masa-masa terberat dalam hubungan ini sikap dan keinginanmu sudah mulai berbeda. Tidak seperti dulu. Yang di mana kamu selalu excited banget tapi sekarang sudah tidak seperti dulu. Aku merasa ada keraguan dari cara kamu bersikap. 

Contoh kecil tiap pagi kita telponan sebelum ayam berkokok. Biasanya kalau aku yg nelfon kamu langsung angkat secepat mungkin tapi sekarang harus bunyi alarm dulu baru bisa bangun. Dan aku tanya kenapa seperti itu? Kamu bilang tidak bunyikan nada dering dan menurutku tidak masuk akal. Itu hanya sebagian saja. Aku hanya merasa kehilangan cara dia merespon.

Aku berupaya dan berusaha untuk merubah semua sifat keras ini untuk hubungan yang lebih baik. Aku ingin seperti fanni yang kamu kenal di bulan April. Dari amarah, emosi dan cara bersikap yang dulu sudah ku buang jauh-jauh. 

Hmmm tapi semakin aku ingin merubah semuanya kamu malah semakin slow respon, tidak seperti yang dulu. Bingung, dengan cara apa untuk meyakinkanmu. Apa semuanya yang sudah ku lakukan masih belum yakin? Ntahlah itu semua jawabannya ada di kamu. 

Selain mendo'akan orang tua ku, aku juga mendo'akan hubungan kita selesai shalat. Mungkin cara do'a kita berbeda tapi aku yakin doa kita akan didengarkan sang Pencipta. Aku pernah janji ke kamu, mungkin ini sudah berkali-kali ku bilang "engga ada satu haripun kamu merasa sedih bila bersamaku" Aku usahakan itu gimana pun caranya. 

Felia, aku tunggu kamu di rumah, di tempat di mana kita merasakan bener-bener jatuh cinta. Saat ini aku belum mengenali Felia. Felia yang aku mau bukan seperti ini. 

Felia sekarang adalah sosok yang membingungkan, pun begitu, akan aku kejar terus, beratnya, ringannya, senangnya serta sedihnya, juga dinginnya, adalah apa yang membuat seorang Felia, ya seorang Felia. 

Mungkin dia suka, mungkin juga engga, tapi yang penting, Felia saat ini, belum meminta aku untuk berhenti. Atas dasar sedikit kepercayaan dan Iman seadanya ini, aku berjalan. 

Seharusnya Felia engga tahu aku menulis ini. Aku juga enggak ada rencana mau kasih tau tulisan ini, tapi ya here I am. Karena galau dan bertanya - tanya, apa yang sebenarnya terjadi. 

Yang jika benar, apa yang terjadi di antara kita adalah benar adanya, dan kamu pun merasakan yang sama, tolong kasih tahu aku ya, tolongg. Aku engga kuat jatuh cinta sendirian, Fel. Aku pernah merasakan hal ini dan aku kalah. Melihatmu dari apa yang tampak oleh mata menghasilkan perasaan yang turun ke hati, lalu dari situ, aku harap, tidak kembali naik menjadi air mata. Aku akan usahakan hubungan ini, jika ada yang membuatmu tidak nyaman, mohon diberitahu.

Pulanglah Sayang, aku tunggu kamu. 


"Walau pedih ku bersamamu kali ini

Ku masih ingin melihatmu esok hari"

Hindia - Evaluasi


Ditulis: Fanni Indra Pratama


Minggu, 01 Desember 2024

Setidaknya cinta kita masih menyisahkan do'a



Malam ini angin besar dari utara menghempas badan

Hujan turun bebarengan kadang bikin demam 

Sekali kita pening hanya oleh gerimis

Manusia memang renta dan kita tidak luput dari itu

Mudah sakit tapi selalu bisa sembuh

Mudah menangis tapi selalu bisa tersenyum

Mudah marah tapi selalu bisa tertawa

Sayangku, Felia

Dengan semua yang sudah terjadi 

Maaf atas kegaduhan yang pernah dibuat 

Cinta yang besar dan pengorbanan besar 

Selalu di abaikan dan berujung penyesalan

Tapi percayalah satu demi satu akan pergi 

Hingga menyisahkan kita berdua

Di dunia yang sementara 

Dan cinta kita masih menyisahkan do'a


PS: Sayang, malam ini aku belum bisa tidur, dikarenakan suara hujan deras dan ada beberapa hal yang aku pikirkan soal hubungan kita. Intinya aku tidak mau kehilanganmu. Ini ada satu puisi yang ku buat untukmu. Aku sayang kamu. Selalu

Ditulis: Fanni Indra Pratama

Kamis, 28 November 2024

Aku sadar ternyata aku tidak sekuat yang aku pikirkan dalam menghadapi dunia yang tidak pernah aku suka


Aku bingung kalimat apa yang mau di awali menulis tentangmu. Coba ku ingat terakhir nulis tentangmu mungkin pada saat aku masih ngekost di Kabupaten Lebong. Lumayan lama juga ya? Eh engga deh, aku baru ingat. Ulang tahunmu aku menulis tentangmu hehehe maaf ya seng aku sering lupa. 

Oke seng, langsung aja ya. Ada yang ingin aku sampaikan sesuatu ke kamu, tentang hubungan kita. Ini semua jujur dari aku. Ini semua untuk kamu, engga ada yang lain.

Seminggu terakhir ini aku merasakan galau yang luar biasa. Aku merasa kacau, aneh dan linglung. Itu semua disebabkan sifatmu yang akhir-akhir ini slow respon. Aku tidak tahu perubahan apa yang ada dalam dirimu. Kamu tau sendiri hidupku selalu ada kamu. Apa-apa ke kamu, semuanya ke kamu. Ketika kamu berubah sifat seperti itu aku merasa kesepian, merasa sendiri, merasa kehilangan. Aku merasakan yang tidak pernah aku rasakan dalam beberapa tahun terakhir ini. Sekali lagi, hidupku terlalu banyak kamu.

Malam tadi telfonan kita bahas semuanya. Kamu jelasin ke aku kenapa kamu bersikap seperti itu. Aku mendengar semuanya dan memahami kata perkata yang kamu jelasin. Sampai aku tahu di mana letak salahku. Setiap manusia pasti ada batas kesabarannya mungkin kamu sudah merasa di batas kesabaran untuk menghadapi sikapku yang super egois. Kamu terlalu baik, setiap aku marah selalu nenangin aku. Sampai kamu menahan amarah dan air mata ketika aku ngomong sesuatu yang tidak mengenakan. 

Aku minta maaf ya seng, selama ini aku mencintaimu dengan cara yang salah, dengan cara yang tidak aku suka, dengan cara yang bukan seseorang Fanni. Untukku, seorang laki-laki seharusnya mencintai apa adanya, menjaga hati dan perasaannya. Tapi nyatanya tidak, aku cuma bisa mencintaimu tapi tidak menjaga perasaanmu. Aku salah, aku brengsek, aku egois. Bodohnya aku tidak intropeksi diri. Itu kesalahanku. 

Aku ingin sekali membalik keadaan seperti awal kita jatuh cinta, saling sayang dan saling mengerti. Aku ingin mengubah sifatku yang batu ini. Aku ingin mencintaimu lagi. Seterusnya. Yang aku yakini sekarang cinta bukan tentang saling suka tapi bagaimana kita membuat cinta itu tulus, sabar tanpa sebab. Satu hal, Felia, kesabaran untuk mencintai itulah yang tidak ada dalam diriku sekarang. Aku terlalu memikirkan perasaan ku tanpa memikirkan kesabaranmu menghadapi caraku yang keras ini. Aku sadar ternyata aku tidak sekuat yang aku pikirkan dalam menghadapi dunia yang tidak pernah aku suka. Sekali lagi, Seng, aku ingin mencintaimu yang akan hidup bersamaku sehidup semati, sampai tua, sampai jadi debu. Seperti lagu sakral kita.

Hmmm aku bingung seng, mau nulis apalagi. Semuanya sudah aku sampaikan. Atau aku berhentikan saja tulisannya di sini? Hmmm tidak, aku harus menulis, sampai kapanpun terlebih ini untukmu. Lanjut, ya. 

Ada beberapa pertanyaan yang ingin ku sampaikan ke kamu

"kenapa kamu harus jadi orang yang bisa selalu lantang panggil aku sayang sedangkan aku selalu panggil kamu dengan kata seng?"

"Kenapa kamu harus jadi orang yang aku dulu baru lainnya sedangkan aku masih sering kelimpungan dengan rutin sampai lupa balas ucapan selamat malam."

"Kenapa kamu harus jadi orang yang selalu memprioritaskanku sedangkan aku setiap harinya cuma berpikir enaknya ngetweet dan ngetweet."

Felia, maaf aku bukanlah pacar yang sempurna dan bahkan seringkali mengecewakanmu, tapi aku akan berusaha membuatmu senang bahagia dan tidak membiarkanmu susah. Pepatah cina mengatakan dalam lautan kita tau, dalamnya cinta aku sama kamu kita engga tahu. Engga ada yang tahu sayang. Selama kita hidup, aku cuma ingin selalu berusaha kamu mengicip sedikit dari cinta yang indah itu, sebab kita tdak akan pernah sanggup menampungnya. Indah sekali, sangat indah. Aku pengen kita selalu berada disitu. Sedikit marah-marah banyak bahagianya. Semoga sepanjang waktu sampai maut memisahkan kita. 

I love you so much dan kamu akan tetap begitu sayangku. Makasih ya kamu sudah terlalu sabar ke aku. Kita sama- sama mengarungi ombak yang besar dihadapan kita nanti ya. Aku menulis ini saat sedang merindukanmu, mungkin saat kamu baca sudah berada di kota Makassar. Itu saja yang ingin aku sampaikan. Aku mencintaimu selalu.


Ditulis: Fanni Indra Pratama


Selasa, 26 November 2024

Membebaniku

Seminggu terakhir ini aku merasakan sakit, namun aku tidak tau sakitnya di bagian mana. Aku hanya merasa semua hal terasa menyakitkan dan aku tidak ingin berlarut di suasana itu.

Aku memilih untuk tetap melanjutkan hari-hariku, dengan segala kesibukanku, berharap semuanya berlalu dan sembuh dengan sendirinya.

Tepat seminggu lalu aku merasakan hidupku kosong yang penuh luka. Berat, sangat berat. Aku tidak tahu kemana harus berjalan. Pandanganku semuanya gelap, tidak ada satu cahaya pun yang menyinari perjalananku. 

Akhirnya aku memilih meninggalkan semua luka itu dibelakangku dan menghadapkan pandanganku ke depan, mendekatkan hatiku kepada Tuhanku, mencoba membangkitkan semangatku, menaikkan valueku, menuruti semua yang aku inginkan dan mengupayakan bahagiaku dengan caraku sendiri.


Sekalipun jauh di dalam lubuk hatiku, aku tidak tahu, apakah yang kulakukan ini tepat atau tidak.


Ditulis: Fanni Indra Pratama