Daftar Blog Saya

SOCIAL MEDIA

Sabtu, 29 November 2025

Kembali lagi ke sini




Percayakah kalian tentang takdir? Tentang garis takdir yang dengan sempurna disusun oleh Tuhan, dengan berbagai skenario tak terduga di dalamnya, kemudian menjadi suatu benang merah di kehidupanmu.

Aku sangat percaya dengan permainan takdir ini. Jika aku boleh katakan, takdir ini lucu. Dunia ini kadang suka bercanda. Atau mungkin, Tuhan memang sangat periang dan bercanda adalah kegemarannya.

Aku yakin di setiap pertemuanku dengan orang-orang di dunia adalah jalan takdirku yang sudah disusun sedemikian rupa oleh Tuhan. Entah bertemu dengan teman, guru, dosen, atau bahkan orang asing yang lewat seperti pengendara motor yang sedang menunggu penumpang disebelahku.

Semua punya maksud dan tujuan yang mungkin akan kuketahui nanti di kemudian hari. Tidak beda halnya dengan kamu. Bertemu denganmu untuk kedua kalinya adalah salah satu dari sekian skenario hebat buatan Tuhan. Kukatakan hebat karena sejak pertemuan pertama itu, kamu berhasil mengubah duniaku seutuhnya.

Tapi, kehadiranmu sudah ditetapkan untuk bertahan di garis takdirku. Kita bertemu kembali setelah 5 bulan dalam waktu yang panjang. Kamu masih seperti yang dulu saat pertemuan kita yang pertama. Tidak ada yang berubah, yang ada kamu jadi tambah cantik dan ingin memeluk erat-erat. Dan aku tidak pernah menyangka bahwa pertemuan pertama yang katamu lucu itu membawamu menjadi bagian dari hidupku.

Kini, aku kembali percaya bahwa Tuhan selalu punya rencana terbaik. Hal yang membuatku bisa kepikiran semalaman dan kulakukan setiap malam, sekarang sirna begitu saja ketika aku bertemu kamu.

Kehadiranmu di hidupku adalah sebuah hadiah sebagai penghargaan untukku yang telah susah payah bangkit dari keterpurukan. Bertemu untuk kedua kalinya denganmu adalah sesuatu yang tidak pernah kuduga.

Kota Kupang menurutku bukan hanya sekedar kota biasa, tapi sudah ku anggap seperti kota keduaku. Di kota inilah aku bisa merasakan hal indah yang belum pernah aku rasakan. Aku sangat nyaman berada di kota ini. Tapi berada di dekatmu membuatku lebih nyaman. 

Kehadiranmu memberikan kenyamanan yang sudah lama tidak pernah kurasakan. Mungkin, rasa nyaman itu sengaja diberikan Tuhan lewat Kota ini dan sosokmu, agar aku belajar di dunia ini aku bisa merasa lengkap dengan seseorang.

Dan mungkin sekarang Tuhan sedang memberikanku pelajaran yang lain melalui kamu. Aku tidak tahu apa lagi, karena bagiku rasanya sudah cukup belajar tentang melepaskan seseorang yang kusayang selama ini.

Semoga kali ini, aku tidak perlu belajar lagi tentang materi yang sama dari kamu, ya.
Dan kuharap, semesta mendukung kita untuk tetap saling berdampingan setelah sekian lama kita akhirnya saling menemukan.

Terima kasih, Kota Kupang, terima kasih untuk ceritanya. Sampai jumpa..


Ditulis: Fanny Indra Pratama

Minggu, 23 November 2025

Bahagia selalu kawanku


Astaga, bahagia betul tiap ada kawan baik menikah. Satu cinta kasih lagi mekar dan kasil, bahwa ternyata di dunia yang rumit dan serba kelabu akan selalu ada hal-hal yang bisa dijanjikan. Sampai jadi debu, Pak Jay dan Istri..


Ditulis: Fanny Indra Pratama

Sabtu, 22 November 2025

Surat Cinta Buat Anakku

 


Nak, mungkin saat kamu membaca surat ini, kamu sudah menjadi seseorang yang hidup di dunia penuh logika dan teknologi. Kamu bisa melihat manusia-manusia bergantungan dengan dunia digital yang canggih, kode dengan cekatan, merancang sistem dengan rapi, dan mengelola waktu seolah semuanya bisa diatur dengan algoritma. Tapi hari ini, Bapak ingin bicara bukan tentang teknologi. Melainkan tentang kehidupan dan cinta. Karena, pada akhirnya, cinta juga butuh logika, dan logika juga butuh cinta.

Bapak pernah muda, Nak. Pernah merasa dunia ini sesempit layar monitor, dan cinta seindah interface yang baru dirancang. Dulu Bapak pikir, cinta itu bisa dikompilasi seperti pertandingan sepak bola, cukup dengan latihan, usaha dan kerja keras, maka akan menang. Tapi ternyata tidak sesederhana itu. Cinta, adalah sistem yang tak punya dokumentasi lengkap, Nak. Kadang kamu harus menebak fungsinya, mengulang prosesnya, dan memperbaiki apa yang salah. Dan bapak pernah gagal, bukan karena kurang cinta, tapi karena kurang sabar.

Bapak pernah mencintai seseorang dengan terburu-buru, terlalu yakin versi awal hubungan kami sudah sempurna. Seperti penyerang yang berhasil mencetak double hattrick ke gawang rival dalam satu pertandingan. Nyatanya dalam sepak bola pemain terbaik tidak bisa langsung dinobatkan dalam satu pertandingan, Bapak dulu melangkah cepat karena ingin segera “jadi”. Tapi waktu mengajarkan, bahkan
Sepak bola paling indah pun bisa kalah kalau tidak disertai dengan kerja cerdas.

Ketika masalah datang, bukannya khawatir dengan hati dingin, Bapak justru menambah masalah dengan emosi. Hingga akhirnya, hubungan itu crash. Bukan karena dia buruk, tapi karena Bapak belum belajar menunggu.

Itulah, Nak, pentingnya kesabaran. Dalam Sepak bola maupun cinta, kemenangan terbaik lahir dari proses yang sabar dan kerja keras. Seperti build serangan yang memakan waktu, begitu pula hati yang sedang belajar. Jangan takut jika cintamu belum berjalan mulus, mungkin Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih baik. Kata legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona “Belajarlah dari sepak bola, ketika tim itu menang dan berhasil juara, itu karena kerja keras. Keberuntungan tidak ada hubungannya dengan kesuksesan”.

Kenalilah duniamu sebagaimana kamu mengenali dirimu. Lakukan apa yang buat kamu senang. Temukan di mana ego bersembunyi, perbaiki logika cintamu yang salah arah. Dalam cinta, kadang yang perlu diperbarui bukan pasangannya, tapi kepercayaan dalam diri sendiri. Jangan mencari cinta yang sempurna, tapi belajarlah menulis cinta yang jujur.

Hidup juga seperti jaringan, Nak. Setiap hubungan adalah connection yang perlu dijaga kestabilannya. Kadang sinyalnya kuat, kadang hilang. Jangan cepat memutuskan disconnect hanya karena gangguan kecil. Tunggulah, perbaiki sinyalnya, komunikasikan masalahnya. Karena cinta sejati bukan tentang koneksi yang selalu lancar, tapi tentang dua orang yang sama-sama mau memperbaikinya ketika lag.

Dan jangan mudah tergoda oleh tampilan luar. Dunia penuh ilusi, entah itu antarmuka aplikasi yang indah tapi kosong, atau senyum manis yang tak sepenuh hati. Cinta sejati, Nak, bukan tentang siapa yang paling memukau di layar, tapi siapa yang tetap tinggal di sistemmu meski semua sedang down.

Bapak ingin kamu belajar dari kesalahan Bapak. Cinta yang terburu-buru hanya meninggalkan tumpukan khawatir di hati. Tapi dari situlah Bapak belajar tentang makna sabar bahwa cinta yang benar bukan tentang ingin segera memiliki, melainkan tentang berani memperbaiki dan menunggu waktu yang tepat untuk berjalan berdua lagi, tanpa crash.

Dan di atas semua itu, jangan lupa bahwa cinta sejati bersumber dari Tuhan. Seperti captain utama yang menopang seluruh pemain di dalam tim, cinta kepada-Nya adalah fondasi paling kuat. Jika fondasimu kokoh, kamu tak akan mudah rusak meski dunia seakan runtuh tanpa tersisa apapun.

Teruslah belajar, Nak. Upgrade ilmumu, tapi jangan lupa upgrade hatimu juga. Dunia akan terus berubah, tapi nilai-nilai sabar, jujur, dan kasih sayang akan selalu kompatibel dengan setiap zaman. Ingatlah, hati yang sabar adalah firewall terbaik dari kekecewaan.

Bapak, mu
Fanny Indra Pratama


Rabu, 01 Oktober 2025

Selalu ada do'a baik di bulan Oktober



Aku selalu berdoa kepada Tuhan tentang baik baikmu, semoga selalu dicintai banyak orang, selalu besar dan selalu menyertai. 

Aku selalu berdoa agar terbangmu ditinggikan.

Agar kamu bisa menggapai bintang yang selama ini kamu dambakan.

Agar kamu bisa setara dengan indahnya, memukau setiap pasang mata.

Aku juga selalu berdoa agar terbangmu tak lupa jalan pulang. Kembali ke bumi dengan cerita indah mengenai bintang dan hal lain yang ada di angkasa sana. Agar kamu bisa membagikan bahagia pada semua.

Kepada Oktober,
Tak hentinya aku mengagumi setiap yang kamu lakukan, selalu memukau selalu membanggakan.

Setiap usaha, setiap pengorbanan, setiap tangis, setiap tawamu.

Aku bingung, kalimat pujian apalagi yang harus aku keluarkan ketika melihatmu.

Aku selalu merapal doa, doaku menjadi paling keras dalam kedapnya luar angkasa.

Kepada Oktober,
Semoga doa-doa baik yang aku, kamu, dan kita rapal dikabulkan oleh sang Pencipta.
Semoga dalam satu tahun yang akan datang dan seterusnya.

Harimu penuh arti dan dipenuhi hal yang membuatmu selalu mengucap syukur.

Dipenuhi kebaikan, dipenuhi keberuntungan, dipenuhi kebahagiaan.

Terima kasih telah bertahan dalam suka duka kehidupan.

Terima kasih telah menghadapi segala macam pelajaran menjadi dewasa.

Terima kasih telah menyebar bahagia,
Terima kasih telah menjadi Kamu, Oktober. 

Dirgahayu, Fanny Indra Pratama. Kita rayakan malam ini. 

Ditulis: Manusia paling keren setongkrongan Anggut.

Sabtu, 20 September 2025

Tiup lilin akan membuatmu ingat yang bersinar kelak akan pudar

 



Sebuah pesan untuk Zea ketika sudah bisa membaca.

Zea, suatu hari kamu akan menemukan sesuatu yang ketika kamu melakukannya, matamu berbinar bercahaya, energimu bertambah berkali lipat, dan ketika selesai melakukannya, hatimu tenang, senang tidak kepalang, karena kamu menjadi bagian dari sesuatu itu.

Itu bisa datang dalam berbagai wujud. Mungkin dalam bentuk pekerjaan yang terasa seperti panggilan jiwa, bukan sekadar rutinitas. Mungkin dalam bentuk hobi yang membuatmu lupa waktu, atau peran yang membuatmu merasa dibutuhkan dan bermakna. Kadang ia hadir melalui hal-hal sederhana: membantu orang lain, membuat sesuatu dengan tanganmu sendiri, atau belajar hal baru yang menantang pikiranmu.

Saat kamu menemukan hal itu, dunia akan terasa berbeda. Lelah tetap ada, tapi lelahnya membawa rasa puas. Tantangan tetap muncul, tapi kamu akan melihatnya sebagai bagian dari permainan yang ingin kamu taklukkan, bukan rintangan yang ingin kamu hindari. Dan anehnya, bahkan saat kamu gagal, kamu tetap ingin mencoba lagi, karena di dalamnya ada percikan yang membuat hidup terasa penuh warna.

Untuk sampai ke titik itu, jangan takut mencari. Cobalah hal-hal baru, berani keluar dari zona nyaman, dan izinkan dirimu bertemu orang-orang dengan latar yang berbeda. Ada kalanya perjalanan ini berliku, membuatmu ragu, bahkan lelah secara fisik dan batin. Ada pula saat-saat kamu merasa tersesat, bertanya-tanya apakah semua ini sepadan. Percayalah, setiap langkah yang kamu ambil, bahkan langkah yang terasa keliru, akan mengarahkanmu pada pemahaman yang lebih dalam tentang siapa dirimu dan apa yang membuatmu hidup.

Ze, yang perlu kamu ingat, jangan biarkan kegagalan membuatmu berhenti. Gagal hanya tanda bahwa kamu sedang berusaha. Dan berusaha adalah cara terbaik untuk memberi kesempatan pada hidup untuk menunjukkan jalannya. Kadang kamu menemukan yang kamu cari di tempat yang tidak terduga, atau melalui proses yang awalnya tidak kamu rencanakan.

Saat kamu menemukannya, jagalah. Jangan biarkan rutinitas memadamkan nyalanya. Rawat semangatmu seperti merawat tanaman: beri waktu, perhatian, dan pupuk yang tepat. Biarkan hal itu menjadi sumber kekuatan untuk menghadapi masa-masa sulit, dan sumber kebahagiaan untuk dibagi kepada orang lain.

Gunakan rasa itu untuk menebar kebaikan, untuk membuat dunia sedikit lebih hangat karena kamu pernah ada di dalamnya. Di tengah segala kesibukan, ingatlah bahwa waktu adalah bahan bakar yang terbatas. Maka, gunakanlah untuk hal-hal yang benar-benar membuat hidupmu berarti.

Karena di akhir nanti, yang akan membekas bukan berapa lama kamu hidup, melainkan seberapa dalam kamu benar-benar hidup di setiap momen yang membuat matamu berbinar itu.


Selamat ulang tahun, Zea. Semoga Zea tidak hanya menemukan hidup, tetapi juga menemukan hidup yang benar-benar menghidupkanmu. Om selalu percaya, ketika mata kamu berbinar, dunia pun ikut bercahaya..

Ditulis: Fanny Indra Pratama

Minggu, 14 September 2025

Pagi itu hujan turun lebih awal



Pagi ini hujan turun lebih awal, seperti biasa kuseduh teh Rosella, teh yang berwarna merah ini yang menemaniku untuk memulihkan energi, fokus, dan pikiran.

Kurasakan bunyi kretek di badanku, berderu normal, dan biasa saja. Ku minum teh perlahan, lalu kuhirup udara yang basah bercampur air hujan. Rasanya begitu wangi ketika aroma teh dan aroma air hujan bertabrakan satu sama lain.

Aku candu dengan suasana ini, sejenak lupa dengan segala masalah duniawi yang sedang berperang di dalam hati dan pikiranku.

Kulihat pohon mangga membisu, bendera merah putih yang di atas rumah diam ketika diguyur hujan, tak lagi berkibar. Ia membeku, tak ada rona sumringah di garis warnanya. 

Kemudian kualihkan pandangan ke selokan yang sudah penuh dengan air hujan, tak ada ikannya. Pinggiran selokan itu ditimbuhi bunga kertas, bunganya hanya mekar sebanyak lima tangkai. Tangkai yang lain mengering, namun kini telah dibasahi oleh hujan.

Butir-butir hujan jatuh berirama di halaman yang tergenang depan rumah dan menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang hilang dalam hitungan detik. Suara rintik hujan berpadu dengan gemericik air yang mengalir dari talang rumah. Sesekali angin membawa aroma tanah yang basah, aroma yang selalu membuatku rindu masa kecil.

Dulu, saat pagi hujan turun, aku akan berlari keluar rumah tanpa alas kaki, membiarkan air hujan membasahi tubuhku. Ada kebebasan yang tidak bisa kujelaskan dengan kata-kata.

Tapi kini, aku hanya bisa menikmatinya dari balik jendela, sambil menggenggam cangkir teh. Mungkin karena tubuh ini tak lagi setangguh dulu, atau mungkin karena hati ini terlalu penuh dengan beban yang membuatku lebih suka diam.

Di halaman, rumput-rumput yang biasanya kering kini segar kembali, berdiri lebih tegak, seperti manusia yang kembali mendapat semangat hidup.

Daun-daun pepohona di sudut halaman bergetar setiap kali tersentuh tetes hujan. Ada seekor burung kecil berteduh di cabang yang lebih rendah, bulunya mengembang, matanya menatap kosong ke arah udara yang kelabu.

Langit pagi itu seperti selimut abu-abu yang tebal. Cahaya matahari benar-benar tertutup, membuat suasana semakin sendu.

Suara kendaraan di jalan terdengar lebih pelan dari biasanya, seolah semua orang memperlambat laju mereka karena hujan. Di kejauhan, samar-samar kudengar bunyi klakson yang cepat mereda, kalah oleh suara hujan yang mendominasi.

Aku menatap kembali cangkir di tanganku. Asapnya sudah tak lagi setebal tadi, menandakan teh itu mulai mendingin. Tapi rasanya tetap hangat di lidah dan dada. Hangat yang berbeda, hangat yang menenangkan hati meski di luar sana udara begitu dingin.

Hujan membuat waktu seakan berjalan lebih lambat. Aku masih duduk di kursi yang sama sejak tadi, hanya berganti posisi, memandangi sudut-sudut halaman yang biasanya tak begitu kupedulikan.

Ternyata ada banyak hal kecil yang baru kusadari: bunga kertas yang mengering, lumut tipis di tepi selokan, bahkan retakan kecil di tembok pagar. Semua itu terlihat jelas saat hujan, mungkin karena suasana ini membuatku lebih peka.

Sesekali pikiranku kembali pada masalah yang sedang kuhadapi. Pertarungan di dalam kepala ini belum juga usai, tetapi hujan seperti memberi jeda.

Aku seperti diberi izin untuk berhenti sejenak, menghela napas panjang, dan membiarkan semua rasa penat mengendap.

Di dapur, kudengar suara air menetes dari ember yang bocor. Suara itu berulang-ulang, tapi anehnya tidak mengganggu. Justru berpadu dengan musik alam dari hujan yang terus mengguyur.

Aku kembali melirik tiang bendera di atas rumah. Bendera itu tetap diam, basah kuyup, warnanya sedikit pudar, tapi tetap merah dan putih. Ada rasa haru yang sulit dijelaskan. Seperti melihat seseorang yang sudah lelah tapi tetap bertahan.

Waktu berjalan, dan hujan masih turun dengan sabarnya. Aku menghabiskan sisa teh  dengan perlahan, menatap kosong ke arah jalan yang becek. Anak-anak tetangga sudah tidak ada yang bermain di luar.

Mereka mungkin duduk di dalam rumah, menonton televisi, atau bermain gawai. Berbeda sekali dengan masa kecilku yang justru menunggu hujan untuk keluar berlari-larian

Pagi semakin gelap, lampu-lampu mulai menyala satu per satu. Tapi hujan belum juga reda. Aku tidak keberatan. Dalam hati, aku malah berharap hujan ini bertahan sedikit lebih lama. Karena setiap tetesnya seperti membawa sedikit beban keluar dari pikiranku.

Hujan pagi ini mungkin tidak istimewa bagi banyak orang. Tapi bagiku, ia adalah jeda yang kubutuhkan, sejenak untuk bernapas, untuk merasakan, untuk mengingat bahwa hidup tidak hanya tentang berlari mengejar sesuatu. Kadang, kita juga butuh diam, mendengarkan, dan membiarkan hujan berbicara.


Ditulis: Fanny Indra Pratama

Rabu, 27 Agustus 2025

Rasakan nikmatnya hidup

 



Saat malam tertidur

Jam kerja membangunkannya

Aku pun bangun dari mimpi

Untuk bisa kaya

Aku menyelipkan mimpi

Di kamar gelap berukuran 3x5m

Di 8 jam kerja dan berharap bisa naik pesawat keluar negeri misalnya Norwegia

Mimpinya yang besar pun susut namun memanjang

Jadi kredit pinjaman beberapa tahun yang hampir setengah gaji

Jadi beban yang tak kunjung usai

Doaku Tuhan panjangkanlah umurku seperti tanggungan dan cicilan

Limpahkanlah rahmatmu setiap hari

Biar yang minimum cukup jadi upah kami sebulan sekali


Ditulis: Fanny Indra Pratama


Rabu, 20 Agustus 2025

Omong Kosong



Bisakah ku terus bicara tentang cinta jika dari awal kita membicarakan apa yang tak aku punya?

Adakah yang lebih menarik dari kepercayaan manusia pada apa yang tak ia ketahui pastinya?

Setelah di dunia tak punya lagi kata untuk menyatakan cinta, sementara dunia dalam kepala adalah apa yang tak kita ketahui sebelumnya.

Anak-anak dalam tubuhku terus mencari ibu yang melahirkannya menjelma jadi apa saja, menjadi sarapan, cucian, kekhawatiran jika pulang terlambat. 

Anak-anak dalam tubuhku terus mencari ibu yang merawatnya menyerupai pelukan saat bayi. Ia terus jadi nada sambung, pertemuan yang tak terbendung, jadi ungkapan untuk hati-hati di jalan. 

Mungkin cinta tak kupunya
Tapi ia menjelma jadi apa saja. 


Ditulis: Fanny Indra Pratama

Jumat, 08 Agustus 2025

Happy International Cat Day

 


Nino, sewaktu kamu umur 10 bulan mula-mula kamu ku namai, ku ajari bagaimana kamu membuang kotoran; rumitnya cara manusia tapi kamu memakluminya lalu waktu menumbuhkanmu dan menumbuhkanku.

Ngeongnya seperti suara adzan subuh tadi yang membangunkanku setiap hari. Meski bulu rontoknya membuatku bersin-bersin sepanjang pagi.

Cinta yang kekal; cinta yang tak masuk akal. Aku masih ingat makanan kesukaanmu, masih ingat juga tiap pulang kerja selalu menungguku di depan teras rumah dan masih ingat bagaimana mata kantukmu setelah semalaman menemaniku bermain ps.

Aku masih ingat caramu agar aku tidak pergi dengan menahanku, tapi bagaimana caranya menahan kepergian darimu?

Happy International Cat Day!
Semoga panjang umur, sehat selalu dan kita bisa selalu bersama untuk waktu yang lama.


Ditulis: Fanny Indra Pratama

Selasa, 29 Juli 2025

Kamu Engga Pernah Sendirian




Banyak hal yang kusyukuri salah satunya adalah keberadaanmu. Aku pernah menulis https://www.anakanggut.com/2024/12/walau-pedih-ku-bersamamu-kali-ini-ku.html “Walau pedihku bersamamu kali ini ku masih ingin melihatmu esok hari” dan aku masih merasa itu adalah hal yang harus disyukuri olehku. Keberadaanmu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari apa yang membuatku bahagia dan apa yang membuatmu harus berbahagia juga. Selamat bertambah usia dan selamat menjadi lebih dewasa. 

Tidak menulismu di bulan ini adalah pilihanku sendiri, bukan karena tak mau tapi aku hanya suka bagian kamu yang aku miliki. Aku melewatkan tiap peringatan keberadaanmu setahun terakhir ini, tapi percayalah aku mengucapkannya dalam hati lewat diam-diam.

Sayang, di hari ini mungkin sudah banyak ucapan yang kamu dengar, diantaranya terselip doa berharap dikabulkan oleh Tuhan. Mungkin juga sudah ada pesta perayaan atau hanya sekadar tiup lilin ditemani mama hari ini, bahagiamu. Hari ini juga, aku tengah bingung perihal cara menyampaikan ucapan seperti teman-temanmu. Menarikan jemari pada huruf yang tertata rapi pada sebuah gawai. Merangkai beberapa kata, lalu menghapusnya, merangkai lagi, lalu menghapusnya lagi. Mencoba mencipta rumpunan kata seindah yang kubisa. Namun apa daya, aku ini hanya seorang penulis amatiran bermodal angan dan imaji saja. Menuangkan kata yang ada dipikiran tidak semudah yang dibayangkan. Namun aku mencoba, aku berusaha demi tercipta tulisan ini. Ucapan selamat ulang tahun untukmu. 

Sayang, terima kasih, terima kasih sudah berjuang sejauh ini. Terima kasih telah merelakan apa yang memang seharusnya bukan untukmu. Dan maaf, maaf terlalu keras dan memaksamu untuk terus berlari padahal aku paham, perihal hidup bukan sebagai ajang perlombaan tentang siapa yang akan mencapai garis finish terlebih dahulu. Di usiamu sekarang ini aku mengerti sekali tentang rasanya beranjak dewasa. Tentang hari-hari penuh kecemasan memikirkan yang akan terjadi esok hari, malam dipenuhi dengan pikiran berkecamuk, insecure yang seringkali terlintas begitu saja tanpa sebab. Semua itu tidak mudah, bertumbuh dewasa itu penuh dengan halang rintang pada setiap jalannya. Terima kasih telah kuat dan bertahan sampai sejauh ini, terima kasih telah menyebar bahagia kepada setiap insan yang mungkin harinya sedang dipenuhi pilu dan terima kasih telah pernah mau.

Bukan kado yang kuberikan, namun hanya sebuah rangkaian kata abstrak. Kutuang segala tulus disertai setitik kerinduan dari jauh setiap baris tulisan ini. Menyerukan amin paling serius dalam setiap doa yang terucap. Menabur bahagia untuk setiap deret huruf yang mencipta kata.

Ini mungkin tidak akan terbaca olehmu, namun kuharap seluruh doaku ini dikabulkan oleh sang maha pemberi kehidupan. Sekali lagi, selamat ulang tahun, Felia, semoga berkat Tuhan tak berkesudahan atasmu.


                       Perpisahan di Bandara El Tari




Ditulis: Pacarmu, Manusia paling keren setongkrongan Anggut.


Jumat, 27 Juni 2025

Semoga banyak waktu untuk kita

 


Sekitar 11 tahun lalu. Aku duduk di restoran ini. Tanpa pekerjaan, hampir tanpa uang, dengan dunia yang rasanya hancur tanpa harapan. Aku datang ke sini, duduk di tempat sekarang dari sore hingga petang, yang aku lakuin waktu itu, berpura-pura punya kerjaan. Memakai kemeja putih, celana dasar hitam dan sepatu hitam. Aslinya aku pengangguran dan engga mampu beli makanan di sini..

Duduk di sini ingin merasakan seperti orang banyak yang sedang mesen makanan enak. Dan nyatanya aku hanya bisa mesen siomay yang isinya 3 dengan harga 15ribu. Dipikir- pikir itu sangat menyedihkan. Tapi sekarang, aku bisa membeli 1 bahkan lebih menu dari setiap makanan yang ada di sini, tanpa takut besok engga bisa makan.

Mungkin setelah sekian lama, progress hidup tidak secepat orang-orang sebaya, tidak hebat, biasa-biasa saja, tapi jauh lebih baik.

Yang namanya progress, tetaplah progress, dan selama kamu berprogress, tidak seorang pun, sekali lagi, tidak seorang pun yang boleh membuatmu merasa seperti pecundang, hanya karena ada orang dengan keadaan yang jauh lebih baik, itu tidak menjadikan kamu pecundang.

Bagaimanapun, tidak akan ada yang mengerti bagaimana sulitnya jalan yang harus dilalui, banyak rintangan yang membuat jalan rasanya lebih sulit, tidak mudah untuk berjuang, makanya setiap progress yang terjadi, seberapa pun sedikitnya, itu adalah kemenanganmu.

Nikmatilah sayangku, tidak perlu menunjukan pada siapapun apa yang sudah dicapai, cukup nikmati sendiri, dan buat progress baru agar kamu tetap hidup. 


Ditulis: Fanny Indra Pratama